Bukaan 8, Kegigihan Si Calon Ayah



Weekend kali ini saya menonton film bergenre drama komedi. Jujur, ini pertama kalinya saya menonton film dengan genre drama komedi Indonesia. Sebelumnya saya pernah suudzon film komedi Indonesia itu nggak bermutu. Tapi ternyata saya salah paham. Ekspektasi saya terpatahkan.
Dan karena saya merasa puas setelah menonton filmnya, tentunya saya rela menyempatkan waktu untuk menulis review ini.

Biar kamu nggak bertanya-tanya, apa sih 'bukaan' itu? Buka pintu atau apa? Bukaan adalah istilah dalam proses melahirkan. Yakni fase atau tahap terbukanya leher rahim dalam proses melahirkan.

Jujur, film ini membbuat persaan saya teraduk-aduk tak karuan. Perut saya tidak hanya terkocok oleh komedinya yang disajikan dengan begitu apik dengan tingkah konyol para tokohnya, tapi juga membawa kegetiran, rasa haru dan seperti merasa tertampar.

Banyak pelajaran yang bisa saya dapatkan dari film yang satu ini.

Saya belajar tentang rasa tanggung jawab dan pentingnya memperjuangkan cinta. Bagaimana Tokoh Alam yang diperankan Cicho Jeriko memiliki tanggung jawab yang besar untuk istri dan calon anak pertamanya. Meski tampilannya yang urakan dan kasar, dia tahu bahwa dia seorang suami dan seorang calon ayah yang harus baik.

Saya juga belajar tentang arti persisten dan pantang menyerah. Bagaimana Mia keukeuh untuk tetap melahirkan secara normal walaupun ambunya khawatir dan meminta proses caesar. Pun Alam yang harus melakukan hal apa pun demi mendapatkan biaya untuk biaya rumah sakit. Bahkan Alam tidak pernah berhenti berusaha untuk mengusahakan ruang VIP untuk istri tercinta. So sweet deh pokoknya.


Dan ada pelajaran penting yang nggak bisa luput dari pengataman saya sebagai seorang lelaki. Kehadiran seorang anak bisa mengubah seorang lelaki sehingga dia menjadi benar-benar sebagai lelaki sejati. Hal ini dibuktikan ketika Alam dengan hati lapang meminta maaf kepada rivalnya perihal pencemaran nama baik paska kelahiran anak pertamanya.

Film ini juga bisa menjadi peringatan bahwa berurusan dengan riba dan lintah darat itu bikin urusan hidup jadi runyam. Pun dengan banyaknya janji dan memanfaatkan popularitas demi tujuan pribadi. Ya ujungnya bikin nyesel. Dan tokoh Alam sudah membuktikannya.

The last but not the least, saya puas karena film ini diakhiri dengan happy anding. Ya kamu tahulah, saya tipe orang yang suka dengan happy ending dibanding sad ending.

So, selamat menonton...

Buat kamu yang pengen download filmya bisa 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.