Notebook; Film Tema Pendidikan Yang Dibalut Romantisme



Nah, malam tadi saya menonton ‘Notebook’, salahsatu film india yang paling kece yang saya masukan dalam list ‘Most Favorite Indian Movie dalam blog saya. Entahlah, akhir-akhir ini saya jadi keranjingan nonton film india. Sebagai rekomendasi, nanti saya akan buatkan list film-film india paling bagus and berkualitas buat kalian. Tapi mari kita kembali bahas Notebook.

Notebook adalah film dengan tema pendidikan yang dibalut romantisme yang mengaduk emosi penonton (Yah, namanya juga film india, pastinya nggak lepas dari romantisme). Nah, pertama kali menonton film ini saya sudah ngeh kalau film ini hanya remake dari film Thailand berjudul ‘Teachers Diary.’ Yang namanya remake pasti alurnya sama. Tapi yang membedakannya adalah ‘Notebook’ dibalut romantisme, sementara ‘Teachers Diary’ dibalut komedi.

Notebook juga mengingatkan saya pada film karya sineas tanah air, Laskar Pelangi. Yah, ceritanya seputar pendidikan anak-anak di tanah terpencil yang terisolasi dari dunia luar.



Notebook mengambil setting di Kashmir. Daerah yang selama ini menjadi perebutan India dan Pakistan dan menjadi daerah yang selalu bergolak. Di Film ini tentunya kita tidak menemukan pergolakan politik. Jika ingin melihat setting Kashmir dalam bingkai politik, saya sarankan menonton ‘Hamid’ dan ‘Bhajrangi Bhaijan.’

Notebook bercerita tentang Kabir (Zaheer Iqbal), seorang mantan tentara yang bergabung dengan ‘sekolah perahu’ yang terisolasi di daratan Kashmir. Ada dua alasan kenapa Kabir mau menjadi guru di tempat terpencil dan meninggalkan karirnya di militer. Tentunya saya tidak akan membocorkan alasannya di sini, karena saya berharap kamu menontonnya.

Kabir juga harus menemukan banyak tantangan selama dia mengajar. Termasuk membujuk ayah Imran yang menolak anaknya pergi ke sekolah. ayahnya ingin Imran membantunya bekerja, sementara Kabir sangat menyayangkan hal itu, mengingat Imran adalah seorang siswa yang jenius dalam pandangannya.


Di sekolah itu Kabir menemukan buku catatan Firdaus (Pranutan). Firdaus adalah guru perempuan yang mengajar sebelum dia pulang karena rencana pernikahannya. Ketika Kabir mulai membaca buku catatan itu, ia mendapati dirinya perlahan jatuh cinta pada Firdaus dengan kisah-kisah pribadinya sebagai obat untuk menyembuhkan masa lalunya.

'Woh bahut khoobsurat hai lekin main usse kabhi dekha hi nahi.’ Begitu Kabir bilang sembari tersenyum dengan catatan-catatan harian Firdaus.
Lalu bagaimana selanjutnya? Silakan tonton filmnya.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.