Dhadak (2018), Sadisnya Sistem Kasta Dalam Urusan Cinta



Jika dulu kita mengetahui adanya diskriminasi kulit putih terhadap kulit hitam di Amerika dan Afrika selatan, maka di India kita mengenal diskriminasi kasta. Jika diskriminasi warna kulit di Amerika dan Afsel sudah tidak berlaku, maka di India, diskriminasi kasta bisa kita temukan hingga hari ini. Dan imbasnya pun tidak bisa dianggap main-main. Termasuk dalam urusan cinta.

Menurut data, selama 15 tahun terakhir,  30.000 nyawa orang India melayang akibat pembunuhan, termasuk laki-laki, wanita dan anak-anak. Pembunuhan biasanya terjadi dengan alasan membela kehormatan keluarga karena anggota keluarga (anak, adik dan sebagainya) menikah dengan pria/wanita yang kastanya lebih rendah.

Bahkan di laman berita Kompas saya pernah membaca tentang seorang ayah yang tega membakar hidup-hidup putrinya karena berniat menikah dengan lelaki yang berkasta rendah.

Berangkat dari fakta inilah rupanya film Dhadak diluncurkan. Film ini mencoba menghadirkan kritik terhadap fenomena sosial yang terjadi di India.

Dhadak berkisah tentang Madhu (Ishaan Khattar) yang jatuh cinta kepada gadis anak calon gubernur Parthavi (Janhvi Kapoor). Orang tua keduanya menentang keras hubungan mereka sehingga berakhir kawin lari, pengejaran dan persembunyian yang dramatis.

Seperempat film ini saya dilanda bosan karena adegan yang menjemukan antara dialog dan tarian. Saya pikir ini terlalu lebai. Tapi setelah itu saya dibawa pada kisah kehidupan yang keras dari Madhu dan Parthavi.

Di dalam pelarian, Marthavi harus berjuang keras menyesuaikan kehidupan dan menerima hidup dalam keprihatinan. Mereka menikah, menyewa rumah kontrakan dan berjuang mencari pekerjaan di tengah kerinduan yang mendera terhadap keluarga mereka.

Bertahun-tahun kemudian, kebahagiaan serasa lengkap setelah kelahiran Aditya, anak mereka. kebahagiaan semakin membuncah ketika kakak lelaki Parthavi datang berkunjung untuk mengucapkan selamat. Tapi justru disinilah awal mula petaka dan kepedihan. Apa petaka yang dikirim sang kakak terhadap adik perempuannya? Silakan tonton filmnya



Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.