Delirium [2018]


Setelah dua puluh tahun menghuni rumah sakit rehabilitasi mental karena melakukan kejahatan yang mengerikan ketika masih remaja, pada akhirnya Tom  (Topher Grace) dibolehkan pulang ke rumahnya dengan pengasawan yang ketat dari institusi. Lebih dari itu, Tom menderita delirium, gangguan mental yang seringkali membuat dia berhalusinasi dan selalu melihat hal-hal yang bersifat khayalan akibat tekanan mental dari masa lalunya yang suram.

Karena gangguan halusinasi inilah Tom bergantung pada obat anti depressan dan selalu berkata, “Percaya pada otakmu, bukan pada matamu” setiap melihat hal-hal yang mengerikan.

Tom harus menjalani percobaan selama 30 hari sendirian sebagai tahanan rumah sebelum mendapatkan bukti bahwa dia waras dan bisa bebas.



Itu tidak akan mudah, terutama mengingat bahwa obat tidak berpengaruh banyak. Tom masih didera halusinasi grafis yang membuatnya bingung membedakan mana yang real dan mana yang khayalan. Sepanjang film, Tom seakan bingung dan tidak bisa membedakan mana yang benar-benar nyata dan mana khayalan yang menipunya. Dan kita sebagai penonton pun masih bingung dan mencoba menduga serta menebak.


Masalah semakin rumit ketika ayah Tom mati bunuh diri di mansion beberapa hari sebelum Tom dibebaskan. Tom melihat bagaimana dia berhalusinasi mayat ayahnya dimakan oleh anjing peliharaaannya. Lagi-lagi kita juga ikut bingung, apakah itu nyata atau halusinasi Tom.


Kemudian setelah itu datang kakak lelaki Tom yang kabur dari penjara. Tom tidak mempercayainya dan dia berharap itu khayalan. Apa yang terjadi dengan mereka berdua sebagai kakak adik? Bagaimana ceritanya sehingga kakak Tom harus dipenjara? Dan bagaimana cerita ibu mereka berdua? Penasaran? Silakan download filmnya disini.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.