Bhavesh Joshi Superhero (2018)



Pada dasarnya saya paling tidak suka film-film superhero yang terlalu mengedepankan aksi-aski imajinatif yang tidak masuk akal dan tidak realistis. Dan sepertinya superhero yang satu ini cukup mewakili apa yang saya inginkan dan yang saya harapkan.

Bhavesh Joshi Superhero adalah film besutan sineas india yang mengedepankan realistisme dan kritik sosial yang mengena. Film ini lebih mengedepankan isu sosial dibanding personal sang tokoh. Jika di dalam film Batman kita hanya mendalami karakter Bruce Wayne, maka di film Bhavesh Joshi kita mendalami isu yang tengah terjadi. Bahkan dibuat tegang oleh intrik-intik para pejabat India yang korup dan kotor.


Rajat (Ashish Verma), Sikandar alias Sikku (Harshvardhan Kapoor) dan Bhavesh Joshi (Priyanshu Painyuli) terikat pada idealism yang mereka pegang. Bhavesh yang terkesan naif mencoba membuat chanel Youtube Insaaf TV dengan menjadikan korupsi para pejabat sebagai sorotan utama. Dia memperjuangkan keadilan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada seperempat film saya merasa boring dengan adegan-adegan monoton dan cuplikan-cuplikan video yang terkesan konyol. Sehingga saya pikir ini film yang jelek dan buruk. “Ini film apaan sih, nggak jelas banget.” Begitu pikir saya.

Tapi setelah itu saya baru tersadar bahwa Bhaves Joshi bukan film sembarangan. Setelah seperempat film berjalan, saya mulai disuguhkan oleh ketegangan demi ketegangan yang tak berjeda. Dimulai dari intrik pemerintah yang korup, aksi-aski berani para tokoh hingga pergulatan batin yang begitu menyentuh.


Well, menurut saya, film Bhavesh Joshi lebih realistis dan lebih seru dibanding superhero produksi Marvel dan DC Comic. Maaf jika saya membuat jengkel penggemar superhero amerika. Hehe.

Dari film ini saya memahami betapa penegak kebenaran dan keadilan terkadang dicap buruk dengan sebutan pengacau, terorisme dan pengkhianat oleh Rezim yang berkuasa. Begitulah yang dirasakan oleh Sikandar dan kedua temannya. Mereka dicap sebagai pengacau hingga pada endingnya ditutup oleh kemenangan yang mengharukan sekaligus mendebarkan.

Akhir kalam, menurut saya film ini bisa menjadi alternative buat mereka yang sudah bosan dengan film india yang didominasi oleh genre romance. Saya sendiri tidak suka dengan film romance india yang tidak lebih dari kisah picisan yang dibumbui nyanyian dan tarian. Klise. Akhirnya saya sadar, film india bukan melulu soal percintaan.
Recommended buat tontonan akhir pekan guys.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.