Pihu (2018)
Apa yang terlintas di pikiran kamu ketika denger film India? Pasti film dengan lagu dan tarian yang heboh,yakan? Sebenernya dalam satu dekade terakhir sudah banyak film Bollywood yang meminimalisir adegan musikal,bahkan sudah banyak yang menghilangkan adegan-adegan musikal. Hanya saja,image film India yang penuh dengan tarian susah dihilangan oleh kita penikmat film.
Salah satu film India yang sama sekali tanpa adegan musikal adalah PIHU. Sebuah film sederhana yang justru kehadirannya akan meneror kita selama 90 menit,bukan meneror dengan adegan-adegan thriller melainkan teror perasaan gelisah selama menyaksikan film yang dibintangi oleh anak perempuan berusia 2 tahun tersebut.
98 % dari total durasi film ini diisi oleh tingkah laku seorang anak perempuan berusia 2 tahun,Pihu namanya. Tinggal di sebuah gedung tinggi apartemen,Pihu berkeliaran sendirian. Banyak sekali pertanyaan di menit-menit awal tentang apa yang teradi kepada anak tersebut. Pihu hanya kebingungan dengan kondisi rumah yang berantakan sementara Ibunya masih tertidur,padahal yang sesungguhnya terjadi adalah Ibunya sudah meninggal.
Hal-hal sederhana yang biasa kita temukan dalam rumah kita justru menjadi elemen yang sangat berbahaya dalam film ini. Dari mulai kabel-kabel listrik di belakang televisi,setrika yang lupa dicabut,microwave hingga air kran yang terus mengalir dan lainnya. Bagaimana tidak berbahaya kalau yang menghadapi semua hal tersebut seorang anak 2 tahun yang bicara saja masih belum fasih. Berkali-kali saya dihadang perasaan was-was yang bikin tahan nafas hingga mengepalkan tangan sendiri karena khawatir terjadi sesuatu pada Pihu.
Banyak pelajaran penting yang bisa diambil setelah nonton film Pihu,kita jadi lebih tajam mengawasi anak atau keponakan. Kita nggak akan pernah tahu apa yang dilakukannya ketika adik-adik kecil kita di rumah jika tanpa pengawasan.
Pihu sungguh film yang pilu,membuat depresi dan beberapa adegan akan sangat menganggu tapi semua digambarkan dengan sangat masuk akal. Di akhir film,kita akan merasa sangat lega dan ada perasaan memuncak ingin segera memeluknya. Pihu memang luar biasa,diperankan oleh aktris cilik Myra Vishwakarna yang masih berusia 2-3 tahunan tapi aktingnya sanggup menggulung perasaan kita dengan membawa keluguan,kesedihan sekaligus keceriaan seorang anak.
Pihu dirilis terbatas di India dan Indonesia pada november 2018 lalu,Sayangnya sempat saya lewatkan karena hanya tayang di CGV di beberapa kota saja. Salah satu hal yang “dijual” dalam film Pihu adalah label kalau PIHU merupakan film yang diangkat dari sebuah kisah nyata. Tertera jelas pada poster film tersebut.
Sayangnya,Kisah nyata dari film Pihu sama sekali nggak terungkap dengan pasti dimana atau kapan kejadian asli dalam film ini terjadi. Akhirnya setelah melakukan banyak pengecekan ada sebuah kisah nyata yang serupa dengan cerita di Film Pihu,hanya saja kejadiannya di Amerika.
Film Pihu berakhir dengan adegan yang mungkin dirasa akan kurang memuaskan penonton,tapi disitulah letak bagaimana kita punya versi panjang film ini di dalam kepala masing-masing. Film ini nggak membahas problem orang tua Pihu lebih detail,tapi melalui dialog-dialog singkat pada telepon,penonton dewasa pasti akan lebih tahu apa yang terjadi pada orang tua Pihu.
Pihu menjadi film yang layak tonton oleh siapa saja. Pihu cukuplah menjadi film yang seru untuk diikuti hanya saja jangan berharap lebih dan turunkan ekspektasi sebelum memulai menonton film ini.
Sumber Review: https://3why3.blogspot.com/2019/01/review-film-pihu.html

Tidak ada komentar: